Langsung ke konten utama

UNTUK SEMESTA













Aku rindu nyatu alam
segala musik hidup
dengan daun-daun lembab nya

dingin diluar kolong rumah
saat aku terjebak
di setiap lekuk tubuh
dihantam hujan

tak ada ingin untuk menepis
setiap apa yang jatuh
dinikmati sebagai kehidupan

saat seperti itu
setiap partikel udara adalah gairah

saat tak ada jarak dengan realita
berakrab dengan lendut itu
ciprat becek sisa hujan semalam
aroma tanah basah

ah indahh, semua nyatu
bagai paduan kicau teriak
melagukan tembang hidup

rambut ngombak teriak
melambai-lambai seperti tangkup yang megar
di hias kecipak air jalanan

kadang kangen suara deru
bising yang sering kuhujat
debu yang menggelitik hidung
jalanan macet berlubang

aku rindu kalian-
21 juni /11

~rad~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SECUKUPNYA

  Terlalu maruk Tak henti berkecamuk Mengaduk rasuk Mengacau logika Aku bukan penganalisa Jangan kau paksa aku untuk terus berkutat dengan rotasi pikiranku Aku muak mengitari lingkaran setan yang tak berujung itu Sesekali biarkanku diam Hening, tenang Bisakah sehari tanpa kompulsi Meski obsesi tiada henti Bisakah sehari tanpa waswas Meski cemas terus mengawas Tak semudah itu katamu Jika belum lega, otakmu masih menggila Persetan kataku!! Kau tak berhak mengaturku Aku pengendali diriku Dan kamu kuijinkan ada Sebagai alarm waspada Secukupnya 280925 ~rad~

NISCAYA

Menua, tak mengapa Bukankah itu niscaya Secepat ini  Memasuki paruh baya Sedang inner child masih meronta Kemana saja aku 1 dekade seperti 1 pekan Oh ya aku sibuk mencari tenang Yang tak kunjung datang, kata Yura dalam lirik lagunya  Hey selamat datang  Angka baru, kepala baru Sedih rasanya tapi bersyukur Masih merasakan pertambahan umur Maaf jika masih kekanakan Maaf jika masih banyak menyimpan kepahitan  Maaf jika belom sepenuhnya meletakkan ransel beban itu Kuharap perjalanan kita indah 230325 ~rad~

GANDRUNG

Kau buat gerimis tipis Saat aku rentan menangis Melupa, meluka Karena tawa sekejap mata Kau buat melambung Bukan lagi perih dilambung Namun hanya seujung Lalu buatku kembali linglung Hei, kamu bukan jelangkung Seenak jidat berkunjung Aku bukan sibadut kampung Yang siap menghibur Saat duniamu mulai suwung Tapi sial rasaku lebih badung Hingga rela terpasung Meski asa tak berujung Dasar aku Sadar aku Mau saja dirundung gandrung Hingga sore mendung Dan rinduku masih Terkatung- pasung 301224 ~rad~