Langsung ke konten utama

GANDRUNG


Kau buat gerimis tipis
Saat aku rentan menangis
Melupa, meluka
Karena tawa sekejap mata

Kau buat melambung
Bukan lagi perih dilambung
Namun hanya seujung
Lalu buatku kembali linglung

Hei, kamu bukan jelangkung
Seenak jidat berkunjung

Aku bukan sibadut kampung
Yang siap menghibur
Saat duniamu mulai suwung

Tapi sial rasaku lebih badung
Hingga rela terpasung
Meski asa tak berujung

Dasar aku
Sadar aku

Mau saja dirundung gandrung
Hingga sore mendung

Dan rinduku masih
Terkatung- pasung
~rad~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SECUKUPNYA

  Terlalu maruk Tak henti berkecamuk Mengaduk rasuk Mengacau logika Aku bukan penganalisa Jangan kau paksa aku untuk terus berkutat dengan rotasi pikiranku Aku muak mengitari lingkaran setan yang tak berujung itu Sesekali biarkanku diam Hening, tenang Bisakah sehari tanpa kompulsi Meski obsesi tiada henti Bisakah sehari tanpa waswas Meski cemas terus mengawas Tak semudah itu katamu Jika belum lega, otakmu masih menggila Persetan kataku!! Kau tak berhak mengaturku Aku pengendali diriku Dan kamu kuijinkan ada Sebagai alarm waspada Secukupnya 280925 ~rad~

NISCAYA

Menua, tak mengapa Bukankah itu niscaya Secepat ini  Memasuki paruh baya Sedang inner child masih meronta Kemana saja aku 1 dekade seperti 1 pekan Oh ya aku sibuk mencari tenang Yang tak kunjung datang, kata Yura dalam lirik lagunya  Hey selamat datang  Angka baru, kepala baru Sedih rasanya tapi bersyukur Masih merasakan pertambahan umur Maaf jika masih kekanakan Maaf jika masih banyak menyimpan kepahitan  Maaf jika belom sepenuhnya meletakkan ransel beban itu Kuharap perjalanan kita indah 230325 ~rad~