Langsung ke konten utama

ABSURD



Ku tulis dalam kertas
Semua isyarat yang tak kudendangkan ditelingamu
Mungkin gema suaraku bisa kau baca
 
Aku melengking lewat kertas usang ini
bicara padamu melalui langit yang memproyeksikan rasaku

Aku berbicara padamu yang tak bisa pahami bahasa lisanku
Hanya bisa mengerti jika ku berkata dengan bahasa hatiku

Ohh tidakk ! aku lupa,
kamu juga tak mampu pahami
hatimu bukankah tlah tertutupi keegoisan

Percuma saja aku berkoar
Hatimu, mulutmu, dan bahkan lisanmu
Semuanya tak lagi berfungsi dengan baik
Semuanya kaku dan mati rasa !
 
Namun, hatiku kini lebih mati rasa dari semua ketidakfungsian indramu
Aku tak dapat merasakan cinta mu
Cinta yang kau jabarkan dalam sebuah novel romantis
Novel dan drama kemunafikanmu yang absurd bagiku


~rad~



Komentar

Postingan populer dari blog ini

SECUKUPNYA

  Terlalu maruk Tak henti berkecamuk Mengaduk rasuk Mengacau logika Aku bukan penganalisa Jangan kau paksa aku untuk terus berkutat dengan rotasi pikiranku Aku muak mengitari lingkaran setan yang tak berujung itu Sesekali biarkanku diam Hening, tenang Bisakah sehari tanpa kompulsi Meski obsesi tiada henti Bisakah sehari tanpa waswas Meski cemas terus mengawas Tak semudah itu katamu Jika belum lega, otakmu masih menggila Persetan kataku!! Kau tak berhak mengaturku Aku pengendali diriku Dan kamu kuijinkan ada Sebagai alarm waspada Secukupnya 280925 ~rad~

NISCAYA

Menua, tak mengapa Bukankah itu niscaya Secepat ini  Memasuki paruh baya Sedang inner child masih meronta Kemana saja aku 1 dekade seperti 1 pekan Oh ya aku sibuk mencari tenang Yang tak kunjung datang, kata Yura dalam lirik lagunya  Hey selamat datang  Angka baru, kepala baru Sedih rasanya tapi bersyukur Masih merasakan pertambahan umur Maaf jika masih kekanakan Maaf jika masih banyak menyimpan kepahitan  Maaf jika belom sepenuhnya meletakkan ransel beban itu Kuharap perjalanan kita indah 230325 ~rad~

GANDRUNG

Kau buat gerimis tipis Saat aku rentan menangis Melupa, meluka Karena tawa sekejap mata Kau buat melambung Bukan lagi perih dilambung Namun hanya seujung Lalu buatku kembali linglung Hei, kamu bukan jelangkung Seenak jidat berkunjung Aku bukan sibadut kampung Yang siap menghibur Saat duniamu mulai suwung Tapi sial rasaku lebih badung Hingga rela terpasung Meski asa tak berujung Dasar aku Sadar aku Mau saja dirundung gandrung Hingga sore mendung Dan rinduku masih Terkatung- pasung 301224 ~rad~