Langsung ke konten utama

TRIMAKASIH BIJAKSANA


cahaya mata itu meneduhkanku
sekian lama berdiri disampingku 
tak pernah bosan, tak sekalipun mengingkari
ia tak sesempurna pelangi 
tapi tak pernah letih memberikan warna warni

ia menyapaku saat aku letih
saat desak rasa tak mampu membagi bahagia
saat jiwa diliputi muram ia datang
membawaku mengitari istana hatinya yang indah
menjamuku dengan secangkir madu cinta
lalu bersulang hingga senja terlelap

ia memijariku. menitipkan lentera yang memayungi hatiku
ia teguh seperti karang. selalu ada mendekap dinginku
seperti mentari hangatkan teras rumahku
ia bukan arjuna. tapi ia mampu mematahkan egoku
dengan panah-panah yang ia lesatkan tepat di jantungku

trimakasih lelakiku atas setiamu yang tak pernah surut
trimakasih telah menjadi kekasih bagi jiwa yang tak sempurna ini
trimakasih akan semua kemaklumanmu atas diriku
trimakasih bijaksana

~rad~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SECUKUPNYA

  Terlalu maruk Tak henti berkecamuk Mengaduk rasuk Mengacau logika Aku bukan penganalisa Jangan kau paksa aku untuk terus berkutat dengan rotasi pikiranku Aku muak mengitari lingkaran setan yang tak berujung itu Sesekali biarkanku diam Hening, tenang Bisakah sehari tanpa kompulsi Meski obsesi tiada henti Bisakah sehari tanpa waswas Meski cemas terus mengawas Tak semudah itu katamu Jika belum lega, otakmu masih menggila Persetan kataku!! Kau tak berhak mengaturku Aku pengendali diriku Dan kamu kuijinkan ada Sebagai alarm waspada Secukupnya 280925 ~rad~

NISCAYA

Menua, tak mengapa Bukankah itu niscaya Secepat ini  Memasuki paruh baya Sedang inner child masih meronta Kemana saja aku 1 dekade seperti 1 pekan Oh ya aku sibuk mencari tenang Yang tak kunjung datang, kata Yura dalam lirik lagunya  Hey selamat datang  Angka baru, kepala baru Sedih rasanya tapi bersyukur Masih merasakan pertambahan umur Maaf jika masih kekanakan Maaf jika masih banyak menyimpan kepahitan  Maaf jika belom sepenuhnya meletakkan ransel beban itu Kuharap perjalanan kita indah 230325 ~rad~

GANDRUNG

Kau buat gerimis tipis Saat aku rentan menangis Melupa, meluka Karena tawa sekejap mata Kau buat melambung Bukan lagi perih dilambung Namun hanya seujung Lalu buatku kembali linglung Hei, kamu bukan jelangkung Seenak jidat berkunjung Aku bukan sibadut kampung Yang siap menghibur Saat duniamu mulai suwung Tapi sial rasaku lebih badung Hingga rela terpasung Meski asa tak berujung Dasar aku Sadar aku Mau saja dirundung gandrung Hingga sore mendung Dan rinduku masih Terkatung- pasung 301224 ~rad~