Langsung ke konten utama

MANUSIA APA


Manusia apa
Serakah akan pujian
Mendaki sambil menjatuhkan

Sudah tinggi
Masih tak merasa aman
Ingin meninggi lagi

Tak cukupkah tinggi hati
Sukanya ditinggikan
Namun takut orang lebih tinggi

Tahukah kau
Jika tinggi yang sebenarnya
Akan tenang
Duduk diam sambil menyeduh kopi

Bukan sibuk menabung pujian
Sambil menjegal
Melabel diri sempurna
Sedang orang lain hina

Orang melenggang santai
Di anggapnya pesaing
Cepat kilat berlari
Saking samar terbanting

Diantara tawanya
Berbumbu nyinyiran dan sindiran
Berkedok candaan

Aku tahu
Sebenarnya ia tak bahagia
Jiwa yang bahagia
Tak terbersit bersaing
Takkan takut kalah saing

210624
~rad~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SECUKUPNYA

  Terlalu maruk Tak henti berkecamuk Mengaduk rasuk Mengacau logika Aku bukan penganalisa Jangan kau paksa aku untuk terus berkutat dengan rotasi pikiranku Aku muak mengitari lingkaran setan yang tak berujung itu Sesekali biarkanku diam Hening, tenang Bisakah sehari tanpa kompulsi Meski obsesi tiada henti Bisakah sehari tanpa waswas Meski cemas terus mengawas Tak semudah itu katamu Jika belum lega, otakmu masih menggila Persetan kataku!! Kau tak berhak mengaturku Aku pengendali diriku Dan kamu kuijinkan ada Sebagai alarm waspada Secukupnya 280925 ~rad~

NISCAYA

Menua, tak mengapa Bukankah itu niscaya Secepat ini  Memasuki paruh baya Sedang inner child masih meronta Kemana saja aku 1 dekade seperti 1 pekan Oh ya aku sibuk mencari tenang Yang tak kunjung datang, kata Yura dalam lirik lagunya  Hey selamat datang  Angka baru, kepala baru Sedih rasanya tapi bersyukur Masih merasakan pertambahan umur Maaf jika masih kekanakan Maaf jika masih banyak menyimpan kepahitan  Maaf jika belom sepenuhnya meletakkan ransel beban itu Kuharap perjalanan kita indah 230325 ~rad~

GANDRUNG

Kau buat gerimis tipis Saat aku rentan menangis Melupa, meluka Karena tawa sekejap mata Kau buat melambung Bukan lagi perih dilambung Namun hanya seujung Lalu buatku kembali linglung Hei, kamu bukan jelangkung Seenak jidat berkunjung Aku bukan sibadut kampung Yang siap menghibur Saat duniamu mulai suwung Tapi sial rasaku lebih badung Hingga rela terpasung Meski asa tak berujung Dasar aku Sadar aku Mau saja dirundung gandrung Hingga sore mendung Dan rinduku masih Terkatung- pasung 301224 ~rad~