Langsung ke konten utama

HUJAN PAGI INI





Lepas kususuri mimpi, ku menemui hujan pagi ini
Gerimis merontakan tangisnya, hingga ku tadahi dikedua tanganku
Lalu ku usapi mukaku dengan dinginnya

Musim-musim itu lengang tanpa desahan rintikmu
 

Aroma tanah basah ku hirup hingga resap ke hatiku
Lalu kumpulan laron berlarian
Menggerombol dilampu-lampu pijar
Ia turut berpesta. sekian lama berkerontang
Seperti hatiku yang mendamba kesejukan
 

Tlah ia curahkan air dari langitNya
Memberi nafas bagi tiap jiwa-jiwa nestapa
Butir-butir itu berkilau seperti cahaya yang mendamaikan
Bumi tlah menadah setiap kepedihan yang ia ciptakan
 

Bumi yang kokoh akan menopang setiap derai-derai air mata resahmu
Sementara biarlah air mata ini kuhimpun sendiri. kurangkai sendiri

Seperti hujan yang tak pernah menapak bumi

191011
~rad~


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SECUKUPNYA

  Terlalu maruk Tak henti berkecamuk Mengaduk rasuk Mengacau logika Aku bukan penganalisa Jangan kau paksa aku untuk terus berkutat dengan rotasi pikiranku Aku muak mengitari lingkaran setan yang tak berujung itu Sesekali biarkanku diam Hening, tenang Bisakah sehari tanpa kompulsi Meski obsesi tiada henti Bisakah sehari tanpa waswas Meski cemas terus mengawas Tak semudah itu katamu Jika belum lega, otakmu masih menggila Persetan kataku!! Kau tak berhak mengaturku Aku pengendali diriku Dan kamu kuijinkan ada Sebagai alarm waspada Secukupnya 280925 ~rad~

NISCAYA

Menua, tak mengapa Bukankah itu niscaya Secepat ini  Memasuki paruh baya Sedang inner child masih meronta Kemana saja aku 1 dekade seperti 1 pekan Oh ya aku sibuk mencari tenang Yang tak kunjung datang, kata Yura dalam lirik lagunya  Hey selamat datang  Angka baru, kepala baru Sedih rasanya tapi bersyukur Masih merasakan pertambahan umur Maaf jika masih kekanakan Maaf jika masih banyak menyimpan kepahitan  Maaf jika belom sepenuhnya meletakkan ransel beban itu Kuharap perjalanan kita indah 230325 ~rad~

GANDRUNG

Kau buat gerimis tipis Saat aku rentan menangis Melupa, meluka Karena tawa sekejap mata Kau buat melambung Bukan lagi perih dilambung Namun hanya seujung Lalu buatku kembali linglung Hei, kamu bukan jelangkung Seenak jidat berkunjung Aku bukan sibadut kampung Yang siap menghibur Saat duniamu mulai suwung Tapi sial rasaku lebih badung Hingga rela terpasung Meski asa tak berujung Dasar aku Sadar aku Mau saja dirundung gandrung Hingga sore mendung Dan rinduku masih Terkatung- pasung 301224 ~rad~