Langsung ke konten utama

SEONGGOK RESAH DI SENJA SORE

Seonggok resah terdiam membisu ditelan senja sore
disekitar hening merambat sampai terasa di aliran darahnya
resah masih bersembunyi di sebalik otak yang kacau
bumi masih berputar, tapi resah ini makin tenggelam. tak berjawab ! 
resah menjerit, resah mendengkur, resah berjalan di liuk bukit-bukit tandus 
mencoba mencari tempat merapuh
resah beterbangan di atas tanyaku
resah merembes diantara embun-embun dan hujan yang membasahi daun-daun kering
tapi tak jua resah mendapatkan jawab atas tanya konyol itu
dan akhirnya resah tertidur pulas diantara ketinggian puncak bukit
masih tetap mendengkur diiringi tingkah senja yang redup
resah berdiri kokoh sambil terlelap 
membiarkan resah beranak pinak, menumpuk, bertumpuk 
menjadi resah baru yang makin tak jelas
sementara dedaunan yang makin kikis tetap menaunginya
senja makin merangkak
resah masih pulas membiarkan malam dingin tanpa menjawab

~rad~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SECUKUPNYA

  Terlalu maruk Tak henti berkecamuk Mengaduk rasuk Mengacau logika Aku bukan penganalisa Jangan kau paksa aku untuk terus berkutat dengan rotasi pikiranku Aku muak mengitari lingkaran setan yang tak berujung itu Sesekali biarkanku diam Hening, tenang Bisakah sehari tanpa kompulsi Meski obsesi tiada henti Bisakah sehari tanpa waswas Meski cemas terus mengawas Tak semudah itu katamu Jika belum lega, otakmu masih menggila Persetan kataku!! Kau tak berhak mengaturku Aku pengendali diriku Dan kamu kuijinkan ada Sebagai alarm waspada Secukupnya 280925 ~rad~

NISCAYA

Menua, tak mengapa Bukankah itu niscaya Secepat ini  Memasuki paruh baya Sedang inner child masih meronta Kemana saja aku 1 dekade seperti 1 pekan Oh ya aku sibuk mencari tenang Yang tak kunjung datang, kata Yura dalam lirik lagunya  Hey selamat datang  Angka baru, kepala baru Sedih rasanya tapi bersyukur Masih merasakan pertambahan umur Maaf jika masih kekanakan Maaf jika masih banyak menyimpan kepahitan  Maaf jika belom sepenuhnya meletakkan ransel beban itu Kuharap perjalanan kita indah 230325 ~rad~

GANDRUNG

Kau buat gerimis tipis Saat aku rentan menangis Melupa, meluka Karena tawa sekejap mata Kau buat melambung Bukan lagi perih dilambung Namun hanya seujung Lalu buatku kembali linglung Hei, kamu bukan jelangkung Seenak jidat berkunjung Aku bukan sibadut kampung Yang siap menghibur Saat duniamu mulai suwung Tapi sial rasaku lebih badung Hingga rela terpasung Meski asa tak berujung Dasar aku Sadar aku Mau saja dirundung gandrung Hingga sore mendung Dan rinduku masih Terkatung- pasung 301224 ~rad~