Langsung ke konten utama

SEBUAH AKHIR


Aku berpura dungu
Saat ia hembuskan nafas ilalang ditengkukku
Aku memilih melenggang
Menari dengan selendang luka ini
Menapaki jalan dengan kaki yang masih belum kuat berpijak

Hhhh,  
Aku tau ia sedang menikmati dunia nya
Bersanding dengan sang permaisuri
Yang kusangka tlah mati 
Namun nyatanya kau simpan indah dalam kotak kebohonganmu

Tapi tenanglah rumput keringku
Aku sudah relakanmu sejak siang itu
Sejak petir menyambar nyambar perasaanku
Sejak kekagumanku lebur menjadi abu

Aku sudah tak mau tau
Meski siluet purnama mengingatkanku padamu
Meski hangat sinarnya bak rengkuhan jemarimu
sudah terlambat, sayapku tlah patah
Biar saja aku meneruskan langkah 


240120
-rad-




Komentar

Postingan populer dari blog ini

SECUKUPNYA

  Terlalu maruk Tak henti berkecamuk Mengaduk rasuk Mengacau logika Aku bukan penganalisa Jangan kau paksa aku untuk terus berkutat dengan rotasi pikiranku Aku muak mengitari lingkaran setan yang tak berujung itu Sesekali biarkanku diam Hening, tenang Bisakah sehari tanpa kompulsi Meski obsesi tiada henti Bisakah sehari tanpa waswas Meski cemas terus mengawas Tak semudah itu katamu Jika belum lega, otakmu masih menggila Persetan kataku!! Kau tak berhak mengaturku Aku pengendali diriku Dan kamu kuijinkan ada Sebagai alarm waspada Secukupnya 280925 ~rad~

NISCAYA

Menua, tak mengapa Bukankah itu niscaya Secepat ini  Memasuki paruh baya Sedang inner child masih meronta Kemana saja aku 1 dekade seperti 1 pekan Oh ya aku sibuk mencari tenang Yang tak kunjung datang, kata Yura dalam lirik lagunya  Hey selamat datang  Angka baru, kepala baru Sedih rasanya tapi bersyukur Masih merasakan pertambahan umur Maaf jika masih kekanakan Maaf jika masih banyak menyimpan kepahitan  Maaf jika belom sepenuhnya meletakkan ransel beban itu Kuharap perjalanan kita indah 230325 ~rad~

GANDRUNG

Kau buat gerimis tipis Saat aku rentan menangis Melupa, meluka Karena tawa sekejap mata Kau buat melambung Bukan lagi perih dilambung Namun hanya seujung Lalu buatku kembali linglung Hei, kamu bukan jelangkung Seenak jidat berkunjung Aku bukan sibadut kampung Yang siap menghibur Saat duniamu mulai suwung Tapi sial rasaku lebih badung Hingga rela terpasung Meski asa tak berujung Dasar aku Sadar aku Mau saja dirundung gandrung Hingga sore mendung Dan rinduku masih Terkatung- pasung 301224 ~rad~