Langsung ke konten utama

INTERMEZO


Ia datang seperti tanpa dosa
Ia lemparkan senyum semanis kopi dalam cangkir yang sedang kuminum
Lalu mulai hangatkan malamku

Ribuan purnama rasanya bercakap denganmu 
Hingga jemariku melepuh kehabisan kata
Namun kita tetap bersua 
Berselimut hangat bualanmu
Berdansa dengan segala impi maya

Kini nyatanya aku tak lebih seperti ampas kopi hitam yang kau sisakan dicangkir itu
Setelah legitnya kau hirup lalu aku kau lupakan
Begitu lihai engkau meracik segala bumbu penyedap rindumu
Lalu kau cekoki mulutku dengan dustamu

Lalu dengan entengnya kau akui semua
Dan kau tak peduli segala carut marut perasaanku
Segala harapanku yang kau lambungkan begitu tinggi kau hancurkan tanpa perasaan

Aku memunguti semua luka itu sendiri
Menata hati yang remuk lalu bergegas pergi

Memang segalanya tlah kucium sejak lama
Aroma busuk segala drama itu
Anyirnya bau bangkai yang kau simpan
Namun aku slalu menutup indra penciumanku dengan wewangian cinta yang selalu kau taburkan disekelilingku

Jadi selama ini aku hidup dalam dunia haluku dan kamu penulis skenario jitu
Aku hanya intermezo seperti yang sering aku bilang, no more!

230120
- rad -

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SECUKUPNYA

  Terlalu maruk Tak henti berkecamuk Mengaduk rasuk Mengacau logika Aku bukan penganalisa Jangan kau paksa aku untuk terus berkutat dengan rotasi pikiranku Aku muak mengitari lingkaran setan yang tak berujung itu Sesekali biarkanku diam Hening, tenang Bisakah sehari tanpa kompulsi Meski obsesi tiada henti Bisakah sehari tanpa waswas Meski cemas terus mengawas Tak semudah itu katamu Jika belum lega, otakmu masih menggila Persetan kataku!! Kau tak berhak mengaturku Aku pengendali diriku Dan kamu kuijinkan ada Sebagai alarm waspada Secukupnya 280925 ~rad~

NISCAYA

Menua, tak mengapa Bukankah itu niscaya Secepat ini  Memasuki paruh baya Sedang inner child masih meronta Kemana saja aku 1 dekade seperti 1 pekan Oh ya aku sibuk mencari tenang Yang tak kunjung datang, kata Yura dalam lirik lagunya  Hey selamat datang  Angka baru, kepala baru Sedih rasanya tapi bersyukur Masih merasakan pertambahan umur Maaf jika masih kekanakan Maaf jika masih banyak menyimpan kepahitan  Maaf jika belom sepenuhnya meletakkan ransel beban itu Kuharap perjalanan kita indah 230325 ~rad~

GANDRUNG

Kau buat gerimis tipis Saat aku rentan menangis Melupa, meluka Karena tawa sekejap mata Kau buat melambung Bukan lagi perih dilambung Namun hanya seujung Lalu buatku kembali linglung Hei, kamu bukan jelangkung Seenak jidat berkunjung Aku bukan sibadut kampung Yang siap menghibur Saat duniamu mulai suwung Tapi sial rasaku lebih badung Hingga rela terpasung Meski asa tak berujung Dasar aku Sadar aku Mau saja dirundung gandrung Hingga sore mendung Dan rinduku masih Terkatung- pasung 301224 ~rad~