Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2011

KABUT RESAH

  pagi tadi dikotaku salju memutih kepul dingin hembus nafas seperti gunung yang mampir kesini  kabut bosan dilereng sumbing ia bertengger di tembok tembok depan rumah tengkukku bergetar hebat bagai anak setan sedan g mencumbu aku meleleh bagai patung es di jilati embun bening itu masih berjubah resah semalam menanti kau datang bertandang dengan sekoci-sekoci kecil  dan dayung-dayung kayu di tangan 'magelang, 24 juni/11' ~rad~

UNTUK SEMESTA

Aku rindu nyatu alam segala musik hidup dengan daun - daun lembab nya dingin diluar kolong rumah saat aku terjebak di setiap lekuk tubuh dihantam hujan tak ada ingin untuk menepis s e tiap apa y an g jatuh dinikmati sebagai kehidupan saat seperti itu setiap partikel udara adalah gairah saat tak ada jarak dengan realita berakrab dengan lendut itu ciprat becek sisa hujan semalam aroma tanah basah ah indahh, semua nyatu bagai paduan kicau teriak melagukan tembang hidup rambut ngombak teriak melambai-lambai seperti tangkup yang megar di hias kecipak air jalanan kadang kangen suara deru bising yang sering kuhujat debu yang menggelitik hidung jalanan macet berlubang aku rindu kalian- 21 juni /11 ~rad~

PEREMPUAN BERSAYAP JINGGA

  ia.... perempuan dengan sayap tersayat bahunya dipenuhi nanah disayapnya kulihat semburat luka berwarna jingga mungkin air mata tlah ia puisikan lewat senyum tulus senyum tulus penuh kepedihan sementara ia terus menelan beribu sajak sarkasme dari mulut sang cerca dari balik siluet senyumnya mampu kulihat ranting-ranting rapuh hatinya patahan, remukan jiwanya yang berserak seperti meneriakkan berontak tapi ia hanya diam, bungkam memaksa perih mendekam djogdja, 170611 ~rad~

ABSURD

Ku tulis dalam kertas Semua isyarat yang tak kudendangkan ditelingamu Mungkin gema suaraku bisa kau baca   Aku melengking lewat kertas usang ini bicara padamu melalui langit yang memproyeksikan rasaku Aku berbicara padamu yang tak bisa pahami bahasa lisanku Hanya bisa mengerti jika ku berkata dengan bahasa hatiku Ohh tidakk ! aku lupa, kamu juga tak mampu pahami hatimu bukankah tlah tertutupi keegoisan Percuma saja aku berkoar Hatimu, mulutmu, dan bahkan lisanmu Semuanya tak lagi berfungsi dengan baik Semuanya kaku dan mati rasa !   Namun, hatiku kini lebih mati rasa dari semua ketidakfungsian indramu Aku tak dapat merasakan cinta mu Cinta yang kau jabarkan dalam sebuah novel romantis Novel dan drama kemunafikanmu yang absurd bagiku ~rad~

NADA NOSTALGIA

malam menikam memukul resah hanya bertemankan setenggak gelisah terjerat dalam waktu terkungkung dalam kepenatan  masih saja memikul beban  ahh... ingin rasanya kembali pada hujan sebelum senja kuning berdansa berlarian kurebahkan sejenak terdengar lirih alunan nada denting demi denting melengking membawaku larut ahh... aku terbawa sketsa hitam putihmu kisah demi kisah terukir lugu damai itu makin terasa sejuk melodi ceria   nada nostalgi semakin melena membuaiku dalam rindu lama djogdja, 16 okt 11 ~ rad ~