Langsung ke konten utama

TENTANG RASA



Tentang rasa yang numpang lewat
Dan tentang rasa yang lancang pergi
Entah apa maunya
Namun itulah kodrat manusia
Selalu bergulana dengan bermacam rasa
Sedih, takut, rindu, kagum, kecewa

Hhh...
Manusia selabil ini harus bergulat dengan emosinya sendiri

Mungkin memang Tuhan
Ingin manusia lebih peka
Tentang rasa yang dianugerahkan
Mungkin memang Tuhan
Ingin manusia lebih bisa mengolah rasa
Dengan bijaksana

Jangan terlalu terbawa oleh rasa
Atau rasa itu akan membuatmu lupa
Menjadikanmu egois dan jumawa

Bahkan membawamu jauh, terlena hingga tak sadar kamu terbang tinggi dan berakhir menukik dengan kecewa

Nikmati rasa dengan sekedarnya
Saat ia menawarkan wewangian
Cium harumnya
Namun jangan sesekali kau hirup hingga menembus ke hatimu

Agar tetap tidak melupa
Diri ini siapa
Hanya seremah jiwa yang tak sempurna

Dan saat ia menawarkan gelisah
Nikmatilah resah
Namun...
Jangan mau menyerah
Meski dicecar gundah
Tak bersudah

121004
~rad~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SECUKUPNYA

  Terlalu maruk Tak henti berkecamuk Mengaduk rasuk Mengacau logika Aku bukan penganalisa Jangan kau paksa aku untuk terus berkutat dengan rotasi pikiranku Aku muak mengitari lingkaran setan yang tak berujung itu Sesekali biarkanku diam Hening, tenang Bisakah sehari tanpa kompulsi Meski obsesi tiada henti Bisakah sehari tanpa waswas Meski cemas terus mengawas Tak semudah itu katamu Jika belum lega, otakmu masih menggila Persetan kataku!! Kau tak berhak mengaturku Aku pengendali diriku Dan kamu kuijinkan ada Sebagai alarm waspada Secukupnya 280925 ~rad~

NISCAYA

Menua, tak mengapa Bukankah itu niscaya Secepat ini  Memasuki paruh baya Sedang inner child masih meronta Kemana saja aku 1 dekade seperti 1 pekan Oh ya aku sibuk mencari tenang Yang tak kunjung datang, kata Yura dalam lirik lagunya  Hey selamat datang  Angka baru, kepala baru Sedih rasanya tapi bersyukur Masih merasakan pertambahan umur Maaf jika masih kekanakan Maaf jika masih banyak menyimpan kepahitan  Maaf jika belom sepenuhnya meletakkan ransel beban itu Kuharap perjalanan kita indah 230325 ~rad~

GANDRUNG

Kau buat gerimis tipis Saat aku rentan menangis Melupa, meluka Karena tawa sekejap mata Kau buat melambung Bukan lagi perih dilambung Namun hanya seujung Lalu buatku kembali linglung Hei, kamu bukan jelangkung Seenak jidat berkunjung Aku bukan sibadut kampung Yang siap menghibur Saat duniamu mulai suwung Tapi sial rasaku lebih badung Hingga rela terpasung Meski asa tak berujung Dasar aku Sadar aku Mau saja dirundung gandrung Hingga sore mendung Dan rinduku masih Terkatung- pasung 301224 ~rad~