Langsung ke konten utama

KECEWAKU



ketika langit memuram senja
kutitipkan segurat kecewa
dalam jiwa jiwamu yang sunyi 
penuh murka bersembunyi

sudut mataku berpeluh
inginkan hatinya terenyuh
namun tetap saja rikuh
memegang niatmu teguh

tak bisakah sedikit merunduk
melandai, membumi
melepas riak riak kearogansian

lihat kedepan
cemaramu tak lagi teduh
untuk apa dipersombongkan

~rad~

KUNCUP RINDU

kuncup rinduku 
terhalang rimbun ilalang
semu kemerahan
kadang jingga seperti senjakala

selayang rinduku terbang
hanya terbayang
bahkan tak jua kupandang

oh rindu jalang
kenapa kau sungguh lancang
menyapaku tanpa ancang ancang

kau tau bibirku kelu
menyapa entah kamu yang mana
menengok entah sesiapa

lihatlah sang rindu nan lugu
tersenyum tanpa dosa
meski hati nelangsa

~rad~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SECUKUPNYA

  Terlalu maruk Tak henti berkecamuk Mengaduk rasuk Mengacau logika Aku bukan penganalisa Jangan kau paksa aku untuk terus berkutat dengan rotasi pikiranku Aku muak mengitari lingkaran setan yang tak berujung itu Sesekali biarkanku diam Hening, tenang Bisakah sehari tanpa kompulsi Meski obsesi tiada henti Bisakah sehari tanpa waswas Meski cemas terus mengawas Tak semudah itu katamu Jika belum lega, otakmu masih menggila Persetan kataku!! Kau tak berhak mengaturku Aku pengendali diriku Dan kamu kuijinkan ada Sebagai alarm waspada Secukupnya 280925 ~rad~

NISCAYA

Menua, tak mengapa Bukankah itu niscaya Secepat ini  Memasuki paruh baya Sedang inner child masih meronta Kemana saja aku 1 dekade seperti 1 pekan Oh ya aku sibuk mencari tenang Yang tak kunjung datang, kata Yura dalam lirik lagunya  Hey selamat datang  Angka baru, kepala baru Sedih rasanya tapi bersyukur Masih merasakan pertambahan umur Maaf jika masih kekanakan Maaf jika masih banyak menyimpan kepahitan  Maaf jika belom sepenuhnya meletakkan ransel beban itu Kuharap perjalanan kita indah 230325 ~rad~

GANDRUNG

Kau buat gerimis tipis Saat aku rentan menangis Melupa, meluka Karena tawa sekejap mata Kau buat melambung Bukan lagi perih dilambung Namun hanya seujung Lalu buatku kembali linglung Hei, kamu bukan jelangkung Seenak jidat berkunjung Aku bukan sibadut kampung Yang siap menghibur Saat duniamu mulai suwung Tapi sial rasaku lebih badung Hingga rela terpasung Meski asa tak berujung Dasar aku Sadar aku Mau saja dirundung gandrung Hingga sore mendung Dan rinduku masih Terkatung- pasung 301224 ~rad~