Langsung ke konten utama

REDUP LAGI


Redup lagi rasa
Menjelma senja 
Keraguan di siluet jingga 
Memecah belah rasa

Kini dingin menyapa relung 
Meluap kering 
Menggunung 

Mencari indah panorama wajah

Tak ada
Hanya lorong dan pijar lilin 
Tinggal secuil
Lilin pucat mencair

Tinggal sepi di jantung 
Menembus palung
Rasaku padamu tercekat
Diujung rasa indah melambung

Tinggal kutitipkan pada 
Sekotak rasa yang kosong

#Biar saja menyublim jadi angin

~ rad ~

Komentar

  1. angin telah berlalu bersama suara merdu matahari yang tak bersinar lagi..
    bulan yang anggun talah tak tersenyum lagi dan ada di kedua pandanganmu,..
    tolong aku, dekati aku.. aku hanya inginkan itu.

    ha ha
    salam kenal yah.. keren puisi kamu.. :)

    BalasHapus
  2. ha ha..sabar yah.
    salam kenal yah, keren blognya

    BalasHapus
  3. Puisinya bagus sahabat...
    Templatenya unik juga
    Follow 13 sukses sahabat

    BalasHapus
  4. hueheu bagus nih,,

    salam dan suport dari duniasharing.com

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SECUKUPNYA

  Terlalu maruk Tak henti berkecamuk Mengaduk rasuk Mengacau logika Aku bukan penganalisa Jangan kau paksa aku untuk terus berkutat dengan rotasi pikiranku Aku muak mengitari lingkaran setan yang tak berujung itu Sesekali biarkanku diam Hening, tenang Bisakah sehari tanpa kompulsi Meski obsesi tiada henti Bisakah sehari tanpa waswas Meski cemas terus mengawas Tak semudah itu katamu Jika belum lega, otakmu masih menggila Persetan kataku!! Kau tak berhak mengaturku Aku pengendali diriku Dan kamu kuijinkan ada Sebagai alarm waspada Secukupnya 280925 ~rad~

NISCAYA

Menua, tak mengapa Bukankah itu niscaya Secepat ini  Memasuki paruh baya Sedang inner child masih meronta Kemana saja aku 1 dekade seperti 1 pekan Oh ya aku sibuk mencari tenang Yang tak kunjung datang, kata Yura dalam lirik lagunya  Hey selamat datang  Angka baru, kepala baru Sedih rasanya tapi bersyukur Masih merasakan pertambahan umur Maaf jika masih kekanakan Maaf jika masih banyak menyimpan kepahitan  Maaf jika belom sepenuhnya meletakkan ransel beban itu Kuharap perjalanan kita indah 230325 ~rad~

GANDRUNG

Kau buat gerimis tipis Saat aku rentan menangis Melupa, meluka Karena tawa sekejap mata Kau buat melambung Bukan lagi perih dilambung Namun hanya seujung Lalu buatku kembali linglung Hei, kamu bukan jelangkung Seenak jidat berkunjung Aku bukan sibadut kampung Yang siap menghibur Saat duniamu mulai suwung Tapi sial rasaku lebih badung Hingga rela terpasung Meski asa tak berujung Dasar aku Sadar aku Mau saja dirundung gandrung Hingga sore mendung Dan rinduku masih Terkatung- pasung 301224 ~rad~