Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

WAJAH TERASING

Wajah terasing disenja biru Berteman kabut seribu Berliku jalan terseok Berhias bunga liar ditepiannya Wanita mematung ditepi danau Memuram wajah tak sumringah Desau angin mengigau Tak jua dihirau Mengenang masa tak sudah Sembari menengadah Hhh, tak ada celah Bagi sang kafilah yang meresah Menimbun rindu seperti gumuk Namun kini pecah bak pasir Tak ada guna waktu terbuang Mengabdi pada cinta sepekan Cinta kini hanya hiasan Sekedar pemanis buatan Nafsu manusia bukan palsu Hanya berdalih jadi rindu 240120 -rad-

SEBUAH AKHIR

Aku berpura dungu Saat ia hembuskan nafas ilalang ditengkukku Aku memilih melenggang Menari dengan selendang luka ini Menapaki jalan dengan kaki yang masih belum kuat berpijak Hhhh,   Aku tau ia sedang menikmati dunia nya Bersanding dengan sang permaisuri Yang kusangka tlah mati  Namun nyatanya kau simpan indah dalam kotak kebohonganmu Tapi tenanglah rumput keringku Aku sudah relakanmu sejak siang itu Sejak petir menyambar nyambar perasaanku Sejak kekagumanku lebur menjadi abu Aku sudah tak mau tau Meski siluet purnama mengingatkanku padamu Meski hangat sinarnya bak rengkuhan jemarimu sudah terlambat, sayapku tlah patah Biar saja aku meneruskan langkah  240120 -rad-

INTERMEZO

Ia datang seperti tanpa dosa Ia lemparkan  senyum   semanis kopi dalam cangkir yang sedang kuminum Lalu mulai hangatkan malamku Ribuan purnama rasanya bercakap denganmu  Hingga jemariku melepuh kehabisan kata Namun kita tetap bersua  Berselimut hangat bualanmu Berdansa dengan segala impi maya Kini nyatanya aku tak lebih seperti ampas kopi hitam yang kau sisakan dicangkir itu Setelah legitnya kau hirup lalu aku kau lupakan Begitu lihai engkau meracik segala bumbu penyedap rindumu Lalu kau cekoki mulutku dengan dustamu Lalu dengan entengnya kau akui semua Dan kau tak peduli segala carut marut perasaanku Segala harapanku yang kau lambungkan begitu tinggi kau hancurkan tanpa perasaan Aku memunguti semua luka itu sendiri Menata hati yang remuk lalu bergegas pergi Memang segalanya tlah kucium sejak lama Aroma busuk segala drama itu Anyirnya bau bangkai yang kau simpan Namun aku slalu menutup indra penciumanku dengan wewangian cinta yang selalu k...

PEMERAN HEBAT

Saat pijar cinta memabukkan Saat mata telah dibutakan Saat itu telingamu tengah ditulikannya Menjadi bisu Seketika kau menjadi lugu Saat pendar matamu merona Atas sang tuan pesona Pandai sangat mereka cinta Seolah kisah nyata Sang bujang melenggang Bertopeng emas Berjubah sutera Datang bak ingin meminang Ternyata lengang Seperti hening Mungkin juga kosong Karena tanpa bukti semua bualanmu Aku yang bengong Menertawakan diriku Atas semua racun cinta yang kau beri gula Atas semua sembilu yang kau tuang madu Kamu sang pemeran hebat Bermain sempurna sementara aku terlena Dalam drama gila yang kau perankan Apik, namun licik! 220120 - rad -