Langsung ke konten utama

BERCAKAP DALAM SENYAP



Maafkan hatiku yang masih selalu penuh keluh
ketika sesak selalu tak bisa kusembunyikan
ketika hampa menghimpit diantara kebosanan-kebosanan itu
semua tak kurencana untuk menjadikannya keluh

maaf juga aku kadang lebih memilih mengadu pada kertas-kertas usangku
mengadu pada pena kekosongan ini
menduakan keberadaanMu

tapi bukankah tiap detak hatiku KAU selalu kupanggil
dan KAU pun lebih tau dari apapun juga tentangku
tentang hatiku, tentang apapun yang mereka tak tahu

semua yang kukisahkan dalam perih itu adalah benar adanya
mungkin KAU pun juga menitikkan air mata untuk setiap takdir yang KAU toreh

Setiap saat selalu kucari arti dalam himpit ini
menegakkan setiap tiang-tiang hatiku yang rapuh
hanya untuk tetap melangkah dalam jalan dimana KAU ada
walau kadang absurd, walau kadang tak penting dimataMU
karena aku kadang masih melenggang jauh

sampai akhirnya titik pilu ini yang menyeruku untuk mendekat lagi, meratap lagi
hingga mungkin KAU bosan
hingga mungkin tau apa yg ingin ku ungkapkan
tanpa menatapku, tanpa mencium harumku
bahkan tanpa mendengar aku bicara

KAU pasti juga tahu sebait yang ingin ku ceritakan
sebelum angin malam menguping KAU pasti telah mengetahuinya
karena belum sempat ku adukan pada langit 
bahkan pada kecoa yang sedang lelap didapurku

semua hanya ENGKAU yang tau

hampa yang menjerit tak bersuara ini lebih sakit dari apapun juga
berdiam menghitung bait demi bait kekosongan
merantai kekuatan untuk tetap berdiri menegakkan kepala. 
Oh tuhan rinduku sejujurnya begitu hebat padaMU
melebihi hebatnya rindu pada kekasihku
rindu ingin berkisah tentang kebuntuan ini
rindu membasahi malam saat kita bercakap dalam senyap

~rad~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SECUKUPNYA

  Terlalu maruk Tak henti berkecamuk Mengaduk rasuk Mengacau logika Aku bukan penganalisa Jangan kau paksa aku untuk terus berkutat dengan rotasi pikiranku Aku muak mengitari lingkaran setan yang tak berujung itu Sesekali biarkanku diam Hening, tenang Bisakah sehari tanpa kompulsi Meski obsesi tiada henti Bisakah sehari tanpa waswas Meski cemas terus mengawas Tak semudah itu katamu Jika belum lega, otakmu masih menggila Persetan kataku!! Kau tak berhak mengaturku Aku pengendali diriku Dan kamu kuijinkan ada Sebagai alarm waspada Secukupnya 280925 ~rad~

REDUP LAGI

Redup lagi rasa Menjelma senja  Keraguan di siluet jingga   Memecah belah rasa Kini dingin menyapa relung  Meluap kering  Menggunung  Mencari indah panorama wajah Tak ada Hanya lorong dan pijar lilin  Tinggal secuil Lilin pucat mencair Tinggal sepi di jantung  Menembus palung Rasaku padamu tercekat Diujung rasa indah melambung Tinggal kutitipkan pada  Sekotak rasa yang kosong #Biar saja menyublim jadi angin ~ rad ~

NISCAYA

Menua, tak mengapa Bukankah itu niscaya Secepat ini  Memasuki paruh baya Sedang inner child masih meronta Kemana saja aku 1 dekade seperti 1 pekan Oh ya aku sibuk mencari tenang Yang tak kunjung datang, kata Yura dalam lirik lagunya  Hey selamat datang  Angka baru, kepala baru Sedih rasanya tapi bersyukur Masih merasakan pertambahan umur Maaf jika masih kekanakan Maaf jika masih banyak menyimpan kepahitan  Maaf jika belom sepenuhnya meletakkan ransel beban itu Kuharap perjalanan kita indah 230325 ~rad~